Pages

Powered by Blogger.

Tuesday, 1 November 2016

Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

  • Kemanusiaan
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan perdamaian abadi antarsesama manusia.
  • Kesamaan
Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial, atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.
  • Kenetralan
Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.
  • Kemandirian
Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah di bidang kemanusiaan dan harus menaati peraturan hukum yang berlaku di negara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.
  • Kesukarelaan
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
  • Kesatuan
Di dalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan nasional dan hanya boleh memilih salah satu lambang yang digunakan Palang merah atau Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah negara bersangkutan.
  • Kesemestaan
Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir di seluruh dunia. Setiap perhimpunan nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.

Tuesday, 27 September 2016

Tumbuh Kembang Remaja

Potensi diri merupakan kemampuan diri yang dimiliki seseorang yang dikembangkan dan didayagunakan untuk mencapai tujuan hidup.

A. PERUBAHAN YANG TERJADI SELAMA TUMBUH KEMBANG DARI FASE ANAK KE REMAJA
    Setiap makhluk tumbuh (semakin besar) dan berkembang (semakin matang), \
menuju kedewasaan, sejak lahir sampai mati. Selama mengalami tumbuh kembang dari anak-anak menjadi remaja, seseorang mengalami beberapa perubahan penting.
Perubahan bentuk (anatomi tubuh) :Pembesaran alat kelaminPertumbuhan rambut di beberapa tempatPeningkatan kelenjar minyak dan mudah berjerawatSuara berubah menjadi besar pada anak laki-laki. Pada anak perempuan, suara berubah menjadi lebih lembutPembesaran otot pada remaja laki-laki dan pembesaran pinggul serta dada bagi perempuanPerubahan faali (fungsi tubuh) :Alat kelamin peka dan mudah terangsang. Jika terangsang, alat kelamin membesar/membengkak dan keluar lendirKeluar sperma waktu tidur (mimpi basah) pada anak laki-laki. Bagi perempuan, mereka mengalami menstruasi pertama (yang menandakan alat reproduksi mereka sudah mulai berfungsi)Perubahan kejiwaan :Keingintahuan yang tinggi mengenai berbagai hal, termasuk pada masalah-masalah reproduksiPerhatian terhadap masalah seks meningkatKeberanian untuk mencoba-coba, terutama jika didesak lingkunganAnak laki-laki cenderung menyendiri dan melamun. Untuk perempuan, mereka cenderung suka ngerumpi
B. KESAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA TUMBUH KEMBANG REMAJA LAKI-LAKI DAN REMAJA PEREMPUAN
Kesamaan:Tiap-tiap remaja berkembang menuju pencapaian potensi (fitrah) manakala lingkungan hidup mereka mendukung pencapaian potensi tersebut, baik sebagai orang dewasa laki-laki maupun perempuan.Perbedaan:Ada beberapa perbedaan kecepatan tumbuh dan berkembang bagi remaja pada umumnya. Remaja putri lebih cepat matang daripada laki-laki. Yang sering terjadi, remaja putri memiliki lebih sedikit kesempatan tumbuh dan berkembang secara fitrah. Ini karena kaum perempuan mengalami kepercayaan yang lebih rumit dan penuh masalah tentang tumbuh kembang mereka.
C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG REMAJA
    Tumbuh kembang dipengaruhi dua faktor.
Faktor Internal PembawaanFaktor Eksternal, yang mencakup:KesehatanGiziLingkungan keluarga dan lingkungan temen sebaya serta sekolah
D. BAGAIMANA MENYIKAPI TUMBUH KEMBANG TERSEBUT
    Mengingat pembawaan seseorang tidak bisa diubah, penyempurnaan tumbuh kembang (untuk mendekati fitrah masing-masing) dilakukan dengan mengelola faktor luar sebaik-baiknya. Ini termasuk mengenai kesehatan, gizi, dan lingkungan (baik lingkungan sekitar maupun lingkungan temen sebaya).
E. KEBANGGAAN YANG MENYERTAI TUMBUH KEMBANG REMAJA
     Banyak hal yang membuat seseorang bangga dan sangat senang ketika mengalami proses tumbuh kembang.
Perasaan bahwa “saya sudah dewasa”. Ia akan senang jika sudah diakui sebagai orang yang dewasa oleh keluarga dan teman-teman.Dapat dan boleh melakukan berbagai hal yang dulu dilarang.
F. RISIKO YANG MENYERTAI TUMBUH KEMBANG REMAJA
     Selain ada dampak positif, tumbuh kembang remaja juga memiliki sisi negatif. Berbagai risiko yang paling sering terjadi:
Rasa rendah diri yang berlebihan. Ini karena ada perasaan bahwa dirinya lebih rendah dari teman sebaya dalam hal-hal tertentu seperti kecantikan, kekayaan, dan kepandaian.Kesulitan menyesuaikan diri terhadap nilai serta pergaulan di antara teman sebaya, keluarga, dan masyarakat umum. Ini karena mereka belum paham betul mengenai hal-hal yang ada dalam kehidupan.
     Kedua risiko tersebut dapat menimbulkan berbagai perilaku kurang normal. Kebanyakan, mereka sering melarikan diri. Mereka sering melampiaskannya dengan dua hal.
Sering putus asa mengurung diri, mudah tersinggung, benci lingkungan, dll.Menentang lingkungan dengan berperilaku berlebihan: merokok, mabuk-mabukan, memakai narkoba, dll.
     Yang perlu diingat, sering putus asa akan menghilangkan kesempatan untuk menggapai cita-cita. Berperilaku berlebih hampir selalu menimbulkan kerugian pada diri sendiri. Bahkan, itu bisa menimbulkan kerugian yang bersifat permanen seperti hamil di luar nikah, cacat tubuh, serta mengidap penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) dan AIDS.
G. MENCEGAH DAN MENANGGULANGI DAMPAK NEGATIF TUMBUH KEMBANG REMAJA
    Pencegahan dan penanggulangan risiko tumbuh kembang remaja bisa dilakukan dengan berbagai cara.
Pencegahan:Meningkatkan ibadahMembiasakan diri mensyukuri nikmat AllahMencari segi-segi positif pada diri masing-masingBerusaha memetik pelajaran dari para remaja yang telah terjerus dalam perilaku-perilaku berisikoPenanggulangan:Menekan rasa negatif secara berkelompokBerbagi cerita dan kesulitan bersama sahabat karibMenyalurkan potensi diri ke hal-hal positif seperti ibadah, kegiatan sosial, olahraga, dan kesenian
H. PERAN KITA SEBAGAI PELATIH REMAJA SEBAYA (PERAYA)
     Peran Pelatih Remaja Sebaya (PERAYA) antara lain:
Mengayomi menyantuni, dan menyayangiDengan sabar mendengarkan keluhan para remajaMeningkatkan motivasi berprestasi di kalangan remajaMenjadi panutan, baik dalam sikap maupun kepribadian bagi remaja-remaja sebaya lainnya

Seks dan Gender

SEKS dan GENDER
“Akhir-akhir ini, gender menjadi isu penting dan istilah yang sering kali diperbincangkan. Namun, masih banyak kesalahpahaman tentang konsep gender serta kaitannya dengan perjuangan perempuan untuk mendapatkan kesetaraan dan keadilan. Untuk memahami konsep gender, dalam modul ini akan dibahas perbedaan seks dan gender, peran gender, ketidakadilan gender, kebutuhan praktis, serta strategi gender.”

A. PENGERTIAN SEKS
     Seks atau jenis kelamin merupakan karakteristik biologis-anatomis (khususnya sistem reproduksi dan hormonal) diikuti dengan karakteristik fisiologis tubuh yang menentukan seorang laki-laki atau perempuan.
Laki-laki : memiliki penis, testis, dan memproduksi sperma.Perempuan : punya vagina, rahim, melahirkan, dan menyusui.
     Alat-alat tersebut berlaku untuk jangka waktu selamanya, di mana saja, dan secara fungsi tidak dapat dipertukarkan.
B. PENGERTIAN GENDER
    Secara mendasar, konsep gender berbeda dengan seks. Gender merupakan sifat yang melekat pada kaum laki-laki atau perempuan yang dikonstruksikan secara sosial ataupun kultural. Ada pula yang mengartikannya sebagai pembagian peran dan tanggung jawab baik laki-laki maupun perempuaan yang ditetapkan masyarakat ataupun budaya.
     Karakteristik yang berlawanan antara laki-laki dan perempuan:
Laki-laki : Maskulin, Rasional, Tegas, Agresif, Objektif, Kasar           Perempuan : Feminim, Emosional, Fleksibel, Pasif, Subjektif, Lembut
     Padahal, sebenarnya, karakteristik tersebut bisa berubah dan dapat dipertukarkan. Artinya, perempuan bisa memiliki sifat maskulin dan tegas. Sebaliknya, laki-laki juga ada yang bersifat feminin dan lembut.
C. Perbedaan mendasar antara seks dan gender
 Seks
Tidak bisa berubahTidak bisa dipertukarkanBerlaku sepanjang masaBerlaku di mana sajaBerlaku bagi siapa sajaDitentukan oleh Tuhan atau kodrati
 Gender
Bisa berubahBisa dipertukarkanBergantung masaBergantung budaya masing-masingBerbeda antara satu golongan dan yang lainDibentuk dan dibuat oleh masyarakat   

Cara Menjadi Doras

Bagaimana Menjadi Pendonor Darah ?
Calon donor datang ke UTD (Unit Transfusi Darah) PMI.Calon donor mengisi formulir donor darah yang berisi identitas dan riwayat kesehatan.Petugas memeriksa kesehatan calon donor sesuai syarat yang telah ditentukan.Asisten Transfusi Darah (ATD) yang terampil dan berpengalaman akan mengambil darah calon donor sehingga pengambilan darah dapat berlangsung dengan cepat (±10 menit) dan aman.Calon donor mendapatkan kartu tanda anggota donor darah. Kartu ini sebagai bukti bahwa pemilik telah mendonorkan darahnya.
Ingat!
Setelah 2,5 - 3 bulan datang kembali ke UTD untuk donor darah.

Siapa Saja Calon Donor Darah??

Siapa saja Calon Donor Darah?
Saya, kamu, kalian semua dengan syarat :
Laki-laki/wanita berusia 18-60 tahunSehat jasmani dan rohani menurut pemeriksaan dokter.Berat badan minimal 45 kg.Kadar Hemoglobin minimal 12,5 g/dl.Tekanan darah sistolik 100 – 180 mm Hg dan Diastolik 50 – 100 mm Hg.Tidak menderita penyakit berisiko tinggi seperti HIV/AIDS, hepatitis, sifilis, jantung, hati, paru, ginjal, kencing manis, kejang, kanker atau penyakit kulit kronis.Bagi wanita yang sedang haid, hamil atau menyusui tidak diperkenankan mendonorkan darahnya.

Ayo jadi Donor Darah Sukarela !

Manfaat :

  1. Mendapat kepuasan batin karena darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan jiwa seseorang yang membutuhkan
  2. Kesehatan kita menjadi terpantau karena kondisi kesehatan kita akan diperiksa secara teratur.
  3. Membuat tubuh semakin sehat sebab dengan mendonorkan darah tubuh akan memproduksi darah yang baru.
  4. Dapat bergabung dalam organisasi PMI untuk menambah relasi/teman, dan berperan di kegiatan kemanusiaan lainnya.
  5. Meningkatnya jumlah DDS akan meningkatkan nilai-nilai kesetiakawanan dan kepedulian sosial

Organisasi Penanggulangan Bencana

Organisasi Penanggulangan Bencana di Indonesia
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
     Secara kelembagaan merupakan lembaga pemerintah non-departemen setingkat menteri yang berkedudukan di ibukota negara. Terdiri serta berfungsi sebagai unsur pengarah dan pelaksanaan penanggulanan berncana yang meliputi pencegahan bencana, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekontruksi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat Provinsi
     Badan yang berfungsi merumuskan serta menetapkan kebijakan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah dan BNPB dalam usaha penanggulangan bencana di tingkat daerah. Secara kelembagaan dipimpin oleh seorang pejabat setingkat di bawah gubernur.
Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat kota/kabupaten
     Badan yang dibentuk oleh pemerintah kota/kabupaten dipimpin oleh seorang setingkat di bawah bupati/walikota, berfungsi merumuskan, menetapkan kebijakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, dan menyeluruh.
     Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, penanggulangan bencana merupakan serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi.
     Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah merupakan penanggung jawab penyelenggaraan penanggulangan bencana. Namun hak dan kewajiban masyarakat serta peran serta dari lembaga usaha dan lembaga internasional juga diatur di dalam undang-undang ini.

     Pada pelaksanaan operasional di lapangan, BPBD tingkat kota/kabupaten dapat membentuk satuan tugas penanganan bencana dan pengungsi untuk melakukan upaya penyelamatan korban bencana, pelayanan kesehatan, pemberian bantuan sosial dan pelayanan umum kepada korban bencana.
Palang Merah Indonesia (PMI)
     Merujuk pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 246 tahun 1963, salah satu tugas pokok PMI adalah memberikan pertolongan dan bantuan kepada korban bencana apapun sebabnya tanpa membedakan agama, bangsa, suku bangsa, golongan, warna kulit, jenis kelamin, dan bahasa.
     Penanganan korban bencana bukan hanya saat terjadinya bencana namun juga dilakukan pada sebelum dan sesudah bencana terjadi. PMI telah melakukan upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko dampak bencana yang bertujuan menurunkan kerentanan masyarakat dengan meningkatkan kapasitas yang ada. Peningkatan kesadaran akan upaya-upaya awal tersebut telah dimulai sejak dini kepada anggota PMR di sekolah-sekolah. Pada tingkat informasi kesiapsiagaan dan pengurangan risiko di wilayah kerjanya.
     Saat bencana terjadi, PMI di setiap tingkatan membentuk tim tanggap darurat yang dinamakan Tim Satgana (Satuan Tugas Penanganan Bencana). Tim ini beranggotakan unsur pengurus, staf dan relawan yang telah mendapatkan pelatihan manajemen tanggap darurat bencana di setiap tingkatan PMI.

Konflik Sosial

Konflik Sosial

     Dalam kehidupan sehari-hari, kadang terjadi perselisihan antar individu atau kelompok masyarakat. Jika perselisihan itu menimbulkan masalah dalam waktu lama, kita mengenalnya dengan istilah konflik. Konflik berasal dari Bahasa Latin configere yang artinya saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih, dimana salah satu pihak berusaha meniadakan pihak yang lain atau membuatnya tidak berdaya.

     Tidak ada satu masyarakatpun yang tidak pernah mengalami kofnlik. Konflik di dalam masyarakat wajar terjadi. Tetapi akan sangan merugikan jika konflik diwarnai oleh kekerasan. Ada beberapa jenis konflik anatara lain ; (1) konflik antar pribadi, (2) konflik antar kelompok sosial, (3) konflik antar kelompok yang tidak terorganisir dengan kelompok terorganisir dan (4) konflik nasional atau perang saudara.

Konflik antar pribadi bisa berkembang menjadi konflik antar kelompok sosial. Jika konflik berkepanjangan dan diwarnai kekerasan akan banyak kerugian yang diderita.


A. Dampak Konflik

Solidaritas kelompok, ketika seseorang memihak kelompok, maka seolidaritas pada sesama anggota kelompok (ingroup) meningkat. Penentangan pada kelompok lain akan ditampakkan, demikian juga keberpihakannnya pada kelompoknya.Retaknya hubungan, pada saat konflik, kelompok-kelompok yang saling bertentangan akan menghindari hubungan dan kerja sama. Jika mereka dapat menekan kebutuhan akan kerja sama itu, konflik mereka akan semakin meruncing. Masing-masing merasa benar dan tidak membutuhkan kelompok yang lain. Kadang-kadang demi mempertahankan itu, kebutuhan akan diabaikan atau dikorbankan.Perubahan kepribadian, konflik mempengaruhi kepribadian setiap individu, orang yang berada di tengah konflik diliputi perasaan curiga, dendam dll.Kerugian harta benda dan hilangnya jiwa manusia, jika perasaan dendam dan kebencian bertemu dengan kekerasan, maka kerugian harta benda dan jiwa, sering terjadi. Kelompok-kelompok yang bertentangan tidak segan-segan berupaya meniadakan kelompok yang lain, meskipun harus dengan cara kekerasan.Dominasi atau penaklukan, jika salah satu kelompok yang bertikai lebih kuat. Maka kelompok itu akan mendominasi atau menaklukan kelompok yang lain. Kadang satu kelompok masyarakat menginginkan lenyapnya kelompok yang lain. Kadang satu kelompok masyarakat menginginkan lenyapnya kelompok yang lain, atau hilangnya, pendapat, pendirian atau tradisi kelompok yang ditaklukkannya.

B. Penyebab Konflik

Konflik sebagian besar disebabkan oleh adanya perbedaan, antara lain :

Perbedaan antar individu, seseorang memiliki perbedaan-perbedaan baik dengan sesama kelompok atau dengan orang di luar kelompoknya. Perbedaan itu meliputi pendirian, prasaan atau sikapnya pada sesuatu. Perbedaan pendapat kerap menjadi sebab konflik sosial. Misalnya jika ada pentas musik di dekat tempat tinggalmu, tentunya tidak semua orang dapat menerimanya. Sebagian orang mungkin merasa terhibur, sebagian lainnya mungkin malah terganggu.Perbadaan latar belakang kebudayaan, kebudayaan atau tradisi yang melingkupi seseorang, sangat mempengaruhi. Apalagi kalau kebudayaan atau tradisi itu tidak mengajarkan utuk menghargai perbedaan. Ketika ia berada di luar lingkungannya atau bertemu dengan orang yang berlatar belakang budaya berbeda, seringkali terjadi konflik. Konflik sering terjadi juga karena perbedaan pendapat yang didasari latar belakang agama.Perbedaan kepentingan, orang melakukan sesuatu dengan kepentingan. Selalu ada alasan dan tujuanyang ingin dicapainya. Perbedaan kepentingan ini kemudian juga menghasilkan pertentangan yang berujung konflik. Misalnya perbedaan kepentingan antara pengusaha dan buruh. Pengusaha selalu menginginkan keuntungan yang besar dan buruh menginginkan penghasilan yang sebesar-besarnya. Pertentangan atau konflik semacam ini selalu terjadi di berbagai tempat di dunia.Perubahan nilai dalam masyarakat, orang terkadang sulit menerima perubahan. Apalagi jika dalam waktu singkat, bahkan mendadak. Misalnya saja proses industrialisasi, mengubah masyarakat dari gotong royong dan kekeluargaan menjadi individualistis dan materialistis. Orang-orang yang mendukung situasi lama akan bertentangan dengan orang yang memilih perubahan.

C. Mengatasi Konflik

    Konflik tidak akan terjadi jika orang dapat saling menghargai perbedaan. Ketika dua kelompok yang bertentangan mencapai saling pengertian, mereka akan mencoba menenangkan konflik.

Ketika kamu berada dalam konflik, lakukan langkah-langkah berikut :

Patuhi aturan keamanan, seperti jam malam, larangan membawa senjata tajam dll.Jangan ikut serta memperkeruh keadaan, hindari membuat masalah dengan kelompok yang bertentangan dengan kelompok dimana kamu berada.Beritahulah orang tuamu atau keluarga lainnya jika hendak bepergian.Saling memaafkan dan hargailah temanmu.Tidak memelihara rasa dendam, iri, dan cemburu.Selalu rela dalam memberikan pertolongan tanpa membeda-bedakanBuatlah kegiatan yang bisa mempererat persahabatan, misalnya memperbanyak teman dengan saling mengirimkan kartu ucapan dan surat sahabat.Jadilah remaja yang bersahabat.

Kekeringan


     Air penting bagi kehidupan. Bayngkan saja jika air yang dibutuhkan untuk minum, mandi, mencuci dll, tiba-tiba berkurang persediaannya bahkan habis. Kamu pasti dapat membayangkan betapa sulitnya hidup tanpa air.

     Kekeringan adalah matinya sumber-sumber air. Bencana kekeringan terjadi, ketika ketersediaan air jauh di bawah kebutuhan baik untuk rumah tangga, pertanian maupun ekonomi dan lingkungan. Bencana kekeringan juga dapat dipengaruhi oleh tingkat kelembaban, jangka waktu dan luasnya daerah tersbut.

A. Penyebab Kekeringan

    Kekeringan disebabkan oleh faktor alamiah, antara lain; rendahnya curah hujan dan kemarau yang lebih panjang dari biasanya, kurangnya pasokan air permukaan dan air tanah dll.

     Sedangkan sebab non-alamiah atau akibat ulah manusia, antara lain; ketidakpatuhan pada aturan yaitu pola tanam atau pola penggunaan air, perusakan kawasan tangkapan air baik penebangan pohon maupun pengembangan permukiman dll.

B. Akibat kekeringan

     Gejala kekeringan yang paling sering adalah menurunnya curah hujan. Curah hujan yang dibawah norml membuat tingkat air baik di waduk, sungai maupun air tanah di bawah normal. Situasi ini akan menyebabkan hal-hal berikut :

Berkurangnya persediaan air bersihMenurunnya produksi pertanianMenurunnya derajat kesehatanBerkurangnya ketersediaan pangan yang berakibat bencana kelaparan

C. Lakukan Sejak Sekarang !

Hematlah penggunan air, dengan cara selalu menutup keran air rapat-rapat setelah selesai digunakan.Memperbaiki segera jika ada saluran air yang bocorMenjaga kelestarian hutan sebagai sumber air kita.

Luka Bakar

     Pada dasarnya manusia memerlukan panas untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya untuk memasak dan menyetrika. Terkadang ketidak sengajaan, sumber panas itu secar langsung maupun tidak langsung mengenai tubuh kita maka akan menimbulkan cedera. Cedera inilah yang dinamakan luka bakar.

   
A. Penyebab Luka Bakar
Panas (Suhu Diatas 60ยบ), contoh : Api, Uap panas, Benda panas
Listrik, Contoh : Listrik Rumah tangga, Petir
Kimia, Contoh : Soda Api, Air aki (Zuur)
Radiasi, Contoh : Sinar Matahari (Ultra Violet), Bahan Radioaktif
B. Penggolongan Luka Bakar
     Berdasarkan luas lapisan kulit yang mengalami cedera, luka bakar dikelompokkan menjadi :
Luka Bakar Derajat Satu (Permukaan) meliputi permukaan kulit yang paling atas (kulit Ari/Epidermis)
Luka Bakar Derajat Dua. Sedikit lebih dalam
Luka Bakar Derajat Tiga. Lapisan yang terkena tidak terbatas bahkan sampai kedalam tulang dan rongga dalam.
C. Luas permukaan luka bakar
    Dalam penangan luka bakar dan penentuan derajat berat luka bakar, luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar sangat berperan. Pedoman untuk memperkirakan luas daerah yang terbakar dilakukan dengan Hukum 9 (rule of nine) yaitu dengan membagi daerah tub.
D. Penangangan Luka Bakar 
Alirkan air biasa ke daerah yang luka, bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih
Lepaskan pakaian dan perhiasan, jika pakaian melekat pada luka bakar gunting sekitarnya jangan memaksa untuk melepasnya
Tutup luka bakar, gunakan penutup luka steril (kassa Steril), jangan memecahkan gelembung.
Jangan gunakan mentega, odol, oli, kecap, kopi, air es.
                                                      Rujuk ke fasilitas kesehatan

Topan


     Angin adalah gerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Angin memberikan banyak manfaat, misalnya membantu penyerbukan tanaman dan sebagai sumber energi. Namun ketika kekuatannya besar, angin dapat mengakibatkan bencana.

     Angin kecang bertiup sangat kuat disebut angin topan. Kata topan berasal dari “taifun” bahasa Tionghoa tai feng, kata Yunani “typhoon”. Angintopan sesuai dengan kekuatan dan tempat bertiupnya memiliki nama yang berbeda-beda.

     Penamaan angin topan bertujuan untuk membedakan dan menghindari kebingungan. Pada saat yang sama terkadang beberapa angin topan bertiup. Misalnya di Bangladesh di sebut cycloon (silikon), di Amerika Hurricane (hurikan), di Jawa disebut angin puyuh atau puting beliung dll.

     Kecepatan angin tiopan disebabkan oleh perbedaan tekanan dalam suatu sistem suaca. Angin paling kencang yang terjadi di daerah tropis ini umumnya berpusar dengan radius ratusan kilometer di sekitar daerah sistem tekanan rendah yang ekstrem dengan kecepatak sekitar 20 km per jam. Din Indonesia angin topan juga disebut badai.

     Badai terjadi karena gangguan pada atmosfer, yang sangat dipengaruhi oleh cuaca. Badai ditandai dengan angin kencang, petir, kilat dan hujan lebat. Di daerah tertentu badai disertai curahan salju, es atau pasir.

     Angin topan yang disertai badai dapat mengangkat dan memindahkan benda-benda yang tidak stabil, merusak jaringan listrik, menghancurkan bangunan dan menyebabkan erosi di daerah pesisir.

B. Kesiapsiagaan Angin Topan

    Angin topan dapat terjadi secara mendadak, tetapi sebagian besar badai terbentuk melalui proses selama beberapa jam sebelumnya. Satelit cuaca yang canggih bahkan bisa memantau arah angin dan pergerakan badai. Pemantauan melalui satelit cuaca ini, tentunya dapat menjadi peringatan bagi kita. Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) melaui radio dan televisi sering memberitakan prakiraan cuaca. Meskipun demikian, prakiraan terkadang sangat rumit dan tdak memberikan data yang akurat.

Maka selain memantau prakiraan cuaca, sangat penting bagi kita melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan sebagai berikut :

Pelajari dan kenali tanda-tanda akan terjadinya topan yaitu awan gelap, tebal dan tampak menakutkan, petir dan kilat dari kejauhanKenali jalur-jalur cepat dan aman ke tempat pegungsian.

Jika daerah tempat tinggalmu rawan angin topan, maka ajaklah seluruh keluarga untuk mempertimbangkan tindakan berikut ini :

Memperkuat struktur bangunan rumah yang memenuhi syarat teknis untuk mampu bertahan terhadap gaya anginMembangun fasilitas perlindungan atau penampungan sementara jika angin topan terjadi, biasanya adalah ruang bawah tanah.Mengamankan benda-benda mudah terbang, sehingga tidak membahayakan jika angin topan terjadiPara nelayan harus selalu menambatkan perahu erat-erat

C. Saat Topan Melanda

    Bergeraklah ke tempat yang aman. Jika berdian di rumah dianggap cukup aman, tutuplah jendela rapat-rapat, bersiap-siaplah jika ada himbauan untuk mengungsi. Matikan aliran listrik dan jangan menyentuh alat-alat listrik. Petir bisa saja mengalir melalui kabel alat-alat listrik. Jika harus mengungsi, tetaplah tenang dan tertib, bawalah “tas siaga bencana” dan keperluan lan yang sudah disiapkan.

D. Sesudah Topan Melanda

     Seperti setelah bencana lainnya, ada kemungkinan kerusakan pada jaringan listrik dan rumah kita, makan berhati-hatilah. Jangan tinggalkan rumah atau tempat pengungsian sampai keadaan benar-benar aman. Hindari menyalakan korek api, aliran gas atau listrik, bisa jadi ada kebocoran gas atau kerusakan kabel listrik.

     Periksalah bagian-bagian rumahmy, mungkin ada bagianyang rusak dan membahayakan, seperti atap yang runtuh, pipa gas yang bocor dll. Ikuti terus perkembangan pasca bencana dan bekerjasamalah dengan masyarakat sekitarmu. Hindari bepergian ke daerah-daerah yang berbahaya.