Pages

Powered by Blogger.

Tuesday, 27 September 2016

Banjir

Banjir

     Banjir merupakan peristiwa meluapnya air yang menggenangi permukaan tanah, yang ketinggiannya melebihi batas normal. Banjir daapat disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, badai, gelombang pasang atau peristiwa alam lainnya.

     Banjir dapat diakibatkan oleh perilaku manusia misalnya berkurangnya daerah resapan akibat penebangan hutan dan pengembangan pemukiman, buruknya penanganan sampah dan saluran air (drainase) dll.

     Banjir didaerah pesisir sering dikaitkan dengan terjadinya badai tropis. Jika curah hujan lebih tinggi dari biasanya, keadaan ini akan menjadi lebih parah. Air laut bisa juga membanjiri daratan akibat gelombang pasang, badai atau gelombang tsunami.

     Banjir yang tidak dapat ditangani dapat menimbulkan kerugian dan korban jiwa. Bencana banjir sering diikuti dengan berbagai masalah kesehatan seperti wabah penyakit seperti penyakit kulit, diare, demam berdarah, leptopirosis dll. Penyakit-penyakit yang timbul disebabkan oleh cara hidup yang tidak sehat, termasuk mengkonsumsi air yang tidak bersih.

A. Sebelum Banjir

     Bila tempat tinggalmu merupakan daerah rawan banjir atau daerah yang mempunyai potensi banjir, maka kamu perlu melakukan hal-hal berikut ini:

Buatlah denah atau peta rumah dan lingkungan sekitarmu. Beri tanda tempat-tempat yang biasanya terendam genangan air banjir. Tempat-tempat yang aman dan berbahaya juga penting untuk ditandai. Jika kamu tidak dapat melakukannya sendiri, ajaklah keluarga dan teman-teman di sekolahmu. Carilah informasi dari orang-orang dewasa di sekitarmu. Jika peta itu sudah jadi, informasikan pada banyak orang. Diskusikan langkah-langkah penanggulangan banjir. Terutama yang dapat dilakukan oleh remaja seusiamu.Ketahui sistem peringatan dini di lingkunganmu. Apakah yang disepakati untuk memberitahu adanya situasi bahaya atau bencana. Misalnya, himbauan pengeras suara dari rumah ibadah, lonceng, kentongan, sirine dll. Jika belum disepakati, belum terlambat untuk menentukannya. Ajaklah semua orang untuk memikirkan itu.Pahami tanda-tanda terjadinya banjir dan waspada jika itu terjadi. Misalnya adanya hujan lebat terus menerus atau selokan air yang meluap, ketinggian air di dalam atau pintu air yang berada diatas batas normal.Kalau di daerah temapat tinggal kita tidak terjadi hujan, apakah ada aliran sungai yang melaluinya ? perhatikan kondisi air sungai terdekat. Apakah lebih keruh dari biasanya? Hujan di daerah yang lebih tinggi, bisa menyebabkan banjir di daratan rendah.Simpanlah surat-surat penting seperti sertifikat tanah, ijazah, akte, rapor dll. di dalam plastik atau berharga jika banjir terjadi. Lindungi ciri dan keluargamu dari resiko kerugian akibat bencana banjir.

B. Saat Banjir Melanda

     Terkadang banjir disebabkan oleh beberapa hal. Banjir bandang sangat berbahaya karena terjadi tiba-tiba, tanpa tanda-tanda jika banjir terjadi perlahan kita bisa  melakukan tindakan-tindakan, seperti sebagai berikut ini:

Pindahkan barang-barang atau perabotan rumah ke tempat yang lebih tinggi dan idak terjangkau oleh genangan air.Segera padamkan aliran listrik dan gas di rumah.Pantaulah informasi penting yang disampaikan melalui radio maupun televisi.Bersiaplah untuk kemungkinan mengungsi.Perhatikan apakah kecenderungan air. Apakah terus meningkat?Jika hujan tidak berhentidan air kelihatan tidak surut bahkan meningkat segeralah mengungsi ketempat yang aman atau ke tempat yang telah ditentukan pemerintah setempat.Jika ada himbauan mengungsi, segera lakukan dengan tetap tenang dan tertib.Jika terjebak dalam rumah cobalah untuk tenang. Berusahalah mencari pertolongan dengan menghubungi kerabat, PMI cabang, kantor pemerintahan atau kantor polisi.Tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat.Usahakan untuk tidak tidur di tempat terbuka.

C. Setelah Banjir Usai

Jika mengungsi, kembalilah ke rumah jika keadaaan sudah benar-benar aman.Jangan langsung masuk ke dalam rumah, lihatlah situasi dengan seksama.Periksalah lingkungan sekitar rumah kalau-kalau ada bahaya yang tersembunyi, seperti bagian rumah yang roboh, kabel beraliran listrik, bocoran gas atau binatang berbahaya.Gunakan selalu alas kaki.Mulailah membersihkan rumah dan lingkungan di sekitarmu.Cucilah perlengkapan makan dan barang lainnya dengan sabun anti kuman.Perhatikan kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit.

 

 

Gempa Bumi

     Permukaan bumi tempat kita berpijak, terdiri atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan tektonik. Di bawah kerak bumi terdapat lapisan lunak yang terbentuk dari batuan panasyang mencair. Hal ini membuat lempengan di atasnya tidak stabil, sepanjang waktu selalu bergerak.

     Jika antara lempeng yang bergerak tersebut terjadi pergeseran, pendorongan atau bertumbukan secara frontal, terjadilah gempa bumi. Gempa bumi bisa juga disebabkan oleh aktivitas gunung api atau runtuhnya bebatuan.

A. Jenis-jenis Gempa Bumi

1. Gempa tektonik

     Gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempengan tektonik. Seperti gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba.

2. Gempa vulkanik

     Gempa yang disebabkan aktivitas gunung api. Gemap vulkanik disebabbkan oleh pergerakan magma ke atas permukaan gunung api, yang menimbulkan pergeseran batu-batuan.

3. Gempa induksi

     Gempa yang disebabkan oleh pelepasan energi akibat sumber-sumber lainnya, misalnya runtuhnya tanah dan bebatuan akibat penggunaan bahan peledak.

B. Akibat Gempa Bumi

     Gempa bisa menghancurkan bangunan karena goncangannya yang keras. Gempa mengakibatkan timbulnya kerugian baik harta maupun nyawa. Jatuhnya korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa reruntuhan bangunan, terkena longsoran dan kebakaran.

     Pusat gempa disebut hiposentrum, biasanya berada jauh di bawah permukaan bumi, tepat di tempat batuan yang pecah dan bergeser untuk pertama kali. Sedangkan episentrum adalah titik di permukaan bumi, tepat di atas pusat gempa.

     Gerakan bantuan yang menyebabkan getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang ini bergerak ke segala arah dari hiposentrum, gelombang seismik semakin melemah.

     Alat pengukur getaran gempa disebut seismograf atau seismometer. Alat ini mencatat pola gelombang seismik dengan kekuatan sekaligus dengan lamanya gempa. Seismograf modern menggambarkan gerakan tanah yang ditempelkan paa silinder yang berputar. Hasil yang berupa garis yang bergelombang membentuk seimograf.

     Para seismolog terus mencari metode baru yang akan membantu mereka meramalkan waktu dan tempat terjadinya gempa bumi besar. Saat ini yang bisa dilakukan adalah mengetahui sesegera mungkin jika gempa besar terjadi, dan melakukan tindakan penyelamatan. Dengan demikian kerugian dan korban dapat dikurangi.

C. Apa Yang Dapat Kita Lakukan ?

     Sebelum terjadi gempa bumi, kita bisa melaksanakan kesiapsiagaan sebagai berikut:

Kenali daerah sekitar tempat tinggalmu, apakah terletak di daerah rawan gempa?Ketika masuk ke sebuah gedung atau bangunan, perhatikan di mana letak pintu keluar, tangga darurat atau cara-cara keluar jika sewaktu-waktu harus menyelamatkan diri.Di dalam ruangan tempat kita berdiam, perhatikan tempat-tempat yang aman untuk berlindung ketika gempa terjadi.Perhatikan juga tempat yang berbahaya jika gempa terjadi, seperti di dekat atau di bawah jendela kaca, di dekat tiang atau pilar.Catat dan simpanlah nomor-nomor telpon penting yang harus dihubungi pada saat terjadi gempa bumi, seperti kantor PMI Cabang, rumah sakit, pemadam kebakaran, polisi dll.Matikan kran air, kompor, gas dan listrik apabila selesai digunakan.

     Ketika gempa terjadi, tetaplah tenang. Lalu lakukan tindakan sebagai berikut:

1. Jika kamu berada di dalam rumah

     Berusahalah menyelamatkan diri dan keluargamu. Berlindunglah di bawah meja agar tubuh tidak terkena benda-benda yang berjatuhan. Lindungi kepalamu dengan apa saja, misalnya; bantal, papan atau dengan kedua tangan dengan posisi telungkup.

2. Jika kamu berada di luar rumah

     Merunduk dan lindungilah kepalamu, bergeraklah menjauh dari gedung dan tiang, menuju daerah terbuka. Jangan tiang, menuju daerah terbuka. Jangan melakukan tindakan apapun, tunggulah sampai keadaan benar-benar tenang. Setelah gempa yang pertama, biasanya ada gempa susulan.

3. Jika berada di mal atau tempat umum lainnya

     Usahakan tetap tenang, biasanya kerumunan orang dalam bencana berpotensi kepanikan. Ikuti petunjuk dari satpam (satuan pengaman) atau petugas penyelamat. Jangan menggunakan lift ketika terjadi gempa atau kebakaran, gunakan tangga darurat. Bergeraklah ke tempat terbuka.

4. Jika berada di dalam kendaraan

     Berpeganganlah dengan erat pada tiang atau apapun didekatmu sehingga tidak terjatuh ketika terjadi goncangan atau berhenti secara mendadak. Tetaplah tenang dan ikuti perintah atau petunjuk dari petugas. Mintalah pengemudi untuk menghentikan kendaraan. Bergeraklah ke tempat yang terbuka.

5. Jika berada di gunung atau pantai

     Gempa dapat menimbulkan longsor di gunung atau perbukitan. Jika kamu berada di daerah pegunungan, bergeraklah ke tempat yang aman yaitu lapangan terbuka yang jauh dari daerah lereng. Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi atau perbukitan.

     Setelah peristiwa gempa terjadi, lakukanlah langkah-langkah berikut:

Bila kamu masih berada di dalam gedung atau ruangan segeralah keluarPeriksalah keadaanmu sendiri, apakah ada bagian tubuhmu yang terluka atau tertimpa benda-bendaMintalah orang dewasa untuk mematikan aliran listrik dan gasJangan menyalakan api bisa terjadi kebocoran gas atau tumpahan bahan bakar.Jika kamu merasa mampu, berilah pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitarmuDengarkanlah informasi dari sumber-sumber yang terpercaya dan bertindaklah sesuai dengan himbauan.

     Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memperkirakan kapan terjadinya gempa. Para ilmuan merekam setiap getaran yang terjadi di bumi dengan harapan dapat menemukan polanya. Tetapi penyebab gempa berada di dalam perut bumi, kita mengetahui adanya gempa pada saat getaran itu terjadi.

Tsunami


     Gerakan lapisan tanah di dasar laut bisa menyebabkan gelombang tsunami. Pergeseran lapisan bumi (tektonik) itu bisa disebabkan gempa, letusan gunung atau gerakan-gerakan lain. Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu yang artinya pelabuhan, dan nami artinya gelombang. Tsunami artinya “ombak besar di pelabuhan”. Tsunami dikenal dengan gelombang pelabuhan karena daya menghancurkannya baru tampak ketika gelombang itu sampai ke pelabuhan atau pantai. Tsunami tidak sama dengan gelombang pasang.

     Gelombang tsunami mempunyai pola kecepatan dan tinggi gelombang. Apabila gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya meningkat sedangkan kelajuannya menurun.

     Ditengah laut, tsunami bergerak amat cepat, dan ketika mendekati pantai dan mencapai daratan akan menimbulkan gelombang yang tingginya berkisar 4 sampai 24 meter, dan jangkauan ke daratan 50 sampai 200 meter dari garis pantai. Gelombang tsunami terjadi beruntun dan tiba-tiba, sehingga mengakibatkan kerugian harta benda dan menelan korban. Tinggi dan besarnya gelombang tsunami di garis pantai dipengaruhi oleh besar kecilnya pergeseran tanah dan bentuk garis pantai.

A. Dampak Tsunami

Banjir dan genangan air daratan

     Misalnya di beberapa kawasan di Banda Aceh, tsunami menimbulkan genangan air laut sekitar 20 sampai 60 cm, dan meninggalkan endapan lumpur setebal 10 sampai 20 cm.

Kerusakan sarana dan pra-sarana

     Pemerintah melakukan inventarisasi kerusakan lahan pertanian di pantai barat Aceh pada 2005, sedikitnya 120 hektar rusak atau tergenang air laut. Kerusakan ini belum termasuk gedung-gedung, jalan dan jembatan.

Pencemaran Lingkungan

     Tsunami menghanyutkan benda-benda sejak lautan hingga daratan. Benda-benda yang hanyut terdampar dan tak berguna, menjadi sampah. Sumbersumber air bersih pun tercemar digenangi air laut.

Korban harta dan jiwa

Dengan kekuatannya gelombang tsunami dapat memusnahkan benda-benda yang dilaluinya.

B. Apakah yang Dapat Kita Lakukan?

Sebelum Tsunami

     Kenalilah tanda-tanda terjadinya tsunami. Tsunami biasanya didahului oleh gempa besar. Yaitu gempa bumi yang berpusat (hiposentrum) di laut dangkal (0 sampai 30 km). Gempa yang menimbulkan tsunami paling tidak berkekuatan 6.5 Skala Richter atau gempa yang berpola sesar naik atau sesar turun.

     Sebelum gelombang tsunami datang, air laut akan menyurut, melewati garis pantai normal. Kita bisa melihat ikan atau binatang laut lainnya, karena biasanya bagian tersebut terendam air. Akan tercium juga aroma garam yang menyengat. Waspadalah, jika itu terjadi, artinya dalam beberapa saat gelombang tsunami akan datang.

     Jika kamu tinggal di tepi pantai, ketahuilah jalur evakuasi ke tempat yang aman, jika tsunami terjadi. Yaitu jalur tercepat menuju tempat atau dataran tinggi yang tidak dapat dicapai genangan gelombang tsunami. Lakukan hal yang sama jika kamu berada di pantai, pikirkan cara-cara evakuasi. Jika tidak melihat ada dataran yang lebih tinggi, pilihalah gedung tinggi (minimal tiga lantai) dengan kontruksi yang kuat. Waspadalah selalu karena bencana datang dengan tiba-tiba.

 Saat Tsunami Datang

     Jika gelombang tsunami datang, kamu tidak punya banyak waktu untuk menyelamatkan diri. Maka penting bagimu untuk bertindak tepat dan cepat. Namun yang terpenting adalah jangan panik.

     Bergeraklah segera sesuai dengan jalur evakuasi tsunami. Jika kamu tidak mengetahui jalur evakuasi, bergeraklah ke tempat yang lebih tinggi. Ingat, ketinggian air genangan akibar gelombang tsunami, bisa mencapai 24 meter. Adaalah tempat tinggi semacam itu yang bisa dicapai dalam waktu singkat?

     Jika tidak menemukan dataran tinggi, carilah gedung tinggi yang konstruksinya kuat. Paling tidak terdiri atas tiga lantai. Jangan pilih gedung yang kelihatan rapuh dan sudah tua. Berlindunglah di lantai yang aman, tunggulah di sana sampai air tsunami benar-benar surut.

     Jika gelombang tsunami menghanyutkanmu, carilah benda-benda terapung yang dapat dijadikan rakit, misalnya batang pohon. Berpeganglah erat-erat pada benda itu. Usahakan tidak meminum air laut dan tetap di permukaan air untuk dapat bernafas. Jika gelombang membawamu ke tempat yang tinggi, misalnya atap rumah, cobalah bertahan disitu. Tetaplah berdoa untuk keselamatan. Tunggulah sampai air surut dan keadaan tenang.

Sesudah Gelombang Tsunami

     Kepanikan dan kesedihan akan mewarnai semita kita setola tsunami melanda. Jangan larut dalam suasana itu, usahakan untuk tenang. Kuatkan hatimu untuk menghadapi kenyataan.

     Setelah air surut, kamu mungkin berniat kembali ke rumah. Berhati-hatilah, jangan melewati jalan-jalan atau daerah yang rusak. Ikuti himbauan dari pemerintah atau regu penyelamat.

     Jika kamu sudah sampai di rumah. Jangan langsung masuk. Waspadai jika ada bagian rumah yang roboh atau lantai yang licin. Jangan lupa mengecek anggota keluargamu satu per satu. Hindari instalasi atau kabel listrik.

     Sesudah tsunami banyak orang mengalami tekanan baik secara fisik maupun mental. Berikanlah dukungan pada keluarga dan teman-temanmu, terutama yang mengalami banyak penderitaan, pengalaman mengerikan, dan kehilangan. Jagalah kesehatanmu sendiri dengan pola makan dan istirahat yang baik, sehingga kamu bisa membantu orang lain.

     Untuk mendapatkan bantuan dan informasi, datanglah ke posko bencana PMI. Jalinlah komunikasi dan kerjasama dengan warga sekitar kita. Jika kamu cukup kuat, bantulah keluarga atau tetanggamu yang lebih lemah. Bersiaplah untuk kembali kehidupan yang normal.

Longsor


     Selain banjir, tanah longsor juga sering terjadi di Indonesia, terutama pada musim hujan. Tanah longsor adalah kejadian pergerakan tanah, batuan atau material lainnya dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur-angsuryang umumnya terjadi pada daerah terjal yang tidak stabil.

     Penyebab utama tanah longsor adalah gravitasi, tetapi volumenya yang besar dipengaruhi oleh berbagai faktor alam dan manusia.


Faktor alam meliputi; (1) kondisi geologi yaitu batuan lapuk, kemiringan tanah, unsur atau jenis lapisan tanah, gempa bumi, gunung api dll. (2) kondisi iklim yaitu curah hujan yang tinggi, (3) kondisi topografi yaitu kemiringan permukaan tanah, seperti lembah, lereng dan bukit, (4) kondisi tata air yaitu akumulasi volume atau massa air, pelarutan dan tekanan hidrostatika dll.Sedangkan faktor manusia, antara lain berbagai kegiatan yang dapat mempengaruhi terjadinya tanah longsor. Misalnya pemotongan tebing pada penambangan di lereng yang terjal, penimbuhan tanah, penggundulan hutan , budidaya kolam ikan diatas lereng, sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman, pengembangan wilayah melanggar aturan tata ruang, sistem drainase yang buruk dll.

     Material yang dibawa tanah longsor bisa berupa tanah, bebatuan, lumpur, sampah dll. Kecepatannya beragam, ada yang perlahan, ada juga yang mencapai puluhan kilometer per jam. Maka dampak longsor juga dapat merugikan  secara kemanusiaan maupun ekonomi. Longsor dan material yang dibawanya bisa membuat kita kehilangan harta, tempat tinggal dan menelan korban jiwa.

A. Jenis-jenis Tanah Longsor

     Tanah longsor dipengatuhi oleh kemeringan lereng, bidang gelincir dan kondisi lokasinya.

Longsoran translasiterjadi jika tanah dan batuan bergerak pada permukaan landai yang rata dan bergelombang. Daerah tempat bergeraknya tanah atau batuan itu di sebut bidang gelincir.Longsoran rotasi, terjadi jika tanah dan batuan bergerak pada bidang gelincir yang berbentuk cekung.Longsoran translasi batu (pergerakan blok), terjadi jika batuan berpindah pada bidang gelincir yang landai.Longsoran rayapan tanah, terjadi jika butiran tanah kasar dan halus yang bergerak lambat atau merayap. Longsor rayapan ini ditandai dengan rumah, pohon atau tiang yang miring ke bawah. Kadang-kadang rayapan ini bergerak cepat, bahkan tidak terkendali.Longsoran runtuhan, terjadi jika batuan, tanah atau material lainnya jatuh bebas ke bawah. Biasanya terjadi di lereng terjal dan menggantung di daerah pantai.Longsoran aliran, terjadi jika tanah terdorong oleh air, sehingga material yang ada di atasnya bergerak di sepanjang lereng dan meluas pada daerah yang landai. Aliran tanah ini bisa mencapai ribuan meter, terutama di daerah sekitar sungai sungai dan dekat gunung berapi. Kecepatan aliran tanah dipengaruhi oleh kemiringan lereng, jumlah air dan jenis materialnya. Longsor aliran dikenal juga sebagai “longsor aliran bahan rombakan”, karena membawa banyak material selama alirannya. Longsor jenis ini dapat menelan banyak korban karena aliran tanahnya dapat meluas.

B. Apa yang Bisa Kita Lakukan

Sebelum longsor terjadi

     Apakah pernah terjadi longsor di daerah tempat tinggalmu? Bersyukurlah jika tidak pernah terjadi longsor di tempat tinggalmu. Sebab daerah yang pernah mengalami longsor, biasanya berpotensi kembali terlintasi longsoran.

     Jika memang ada sejarah terjadi longsor sebelumnya, ajaklah teman-teman di sekolah atau sekitar rumahmu untuk memetakan desa dan sekitarnya. Tandai lokasi yang berpotensi longsor dan jalur longsorannya. Peta atau denah ini akan membantu kita untuk menentukan di mana titik yang aman dan berbahaya. Informasikan peta ini pada anggota keluargamu, teman-teman di sekolah dan para tetangga.

     Pada peristiwa longsor yang dipengaruhi kondisi alam kita tidak dapat berbuat banyak. Namun, untuk longsor yang disebabkan faktor manusia, kita dapat melakukan langkah-langkah pengurangan riaiko, misalnya melakukan gerakan penanaman pohon di lereng yang rawan longsor.

     Pelajarilah apa yang menjadi tanda-tanda terjadinya tanah longsor. Biasanya longsor terjadi setelah hujan lebat turun terus menerus. Waspadai warna air sungai yang berubah menjadi lebih keruh. Bisa jadi karena membawa material longsoran. Demikian juga kalau tiba-tiba muncul rembesan, mata air atau retakan yang memanjang di tanah. Sebelum longsor, kadang terjadi runtuhan tanah, batu atau ranting.

     Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor harus melakukan patroli secara bergantian. Longsor yang terjadi pada malam hari sering menelan banyak korban jiwa. Orang-orang tidak sempat menyelamatkan diri karena longsoran menimpa pada saat mereka massih tidur.

     Jika kita tinggal di daerah yang rawan dan menemui tanda-tanda tersebut, pertimbangkan untuk pergi ke tempat yang aman untuk sementara.

 Saat Longsor tejadi

     Tidak banyak yang dapat dilakukan saat longsor terjadi. Yang terpenting adalah tetap tenang dan segeralah bergerak ke tempat yang aman dari jalur longsoran.

     Bila memungkinkan bantu orang lain yang lemah seperti orang sakit, balita dan lansia. Bertahanlah sampai situasi benar-benar aman di temapat yang terlindung. Hubungi pihak-pihak yang terkait dengan penanganan bencana misalnya: PMI Cabang terdekat, Satlak PB (Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana), polisi dll.

Setelah longsor terjadi

     Jika kamu selamat dari longsoran, perhatikan daerah sekitar. Jika belum ada bantuan, segera hubungi pemerintah setempat, PMI Cabang terdekat, polisi atau organisasi lain yang mungkin bisa memberikan pertolongan.

      Tetaplah bertahan di daerah yang aman. Ikuti himbauan pemerintah atau pertugas untuk bertahan di tempat yang aman. Jangan kembali ke rumah jika keadaan belum ditetapkan aman.

      Jika mampu bantulah keluarga dan orang-orang yang lemah seperti manula, orang cacat dan anak-anak. Mintalah petugas untuk menemukan keluarga atau orang yang kamu kenalyang belum ditemukan. Longsoran bisa jadi membuat mereka terjebak atau terluka sehingga tidak dapat bergerak ke tempat yang aman.

      Bencana longsor kadang-kadang bisa mengubur seluruh desa. Pemerintah dan masyarakat biasanya merelokasi desa tersebut. Tetaplah optimis untuk bisa membangun hidup baru. Berilah semangat dan keyakinan pada keluarga dan orang sekitarmu

Kesiapsiagaan Bencana

     Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal istilah bencana. Bencana adalah kejadian akibat fenomena alam yang luar biasa dan/atau yang disebabkan ulah manusia yang menimbulkan korban jiwa, kerugian material dan kerusakan lingkungan, dimana masyarakat setempat tidak dapat mengatasinya, sehingga membutuhkan bantuan dari luar.

A. Akibat Kejadian Bencana

     Bencana bisa menyebabkan kematian, korban luka-luka, rusaknya bangunan dan infrastruktur lainnya, bahkan jatuhnya korban jiwa. Pada saat bencana lazim terjadi kekurangan pangan dan air bersih, menyebarnya wabah penyakit dan terhentinya kegiatan ekonomi. Bencana tidak jarang menimbulkan tekanan mental sehingga orang mengalami depresi.

     Bencana timbul ketika manusia tidak dapat mengatasi ancaman. Ancaman adalah fenomena alam yang berpotensi merusak atau mengancam kehidupan manusia. Bencana terjadi ketika manusia tidak mampu mengatasi ancaman.

     Sangat penting bagi kita mempunyai daya tahan dalam menghadapi ancaman. Misalnya dengan mengetahui tanda-tanda bencana, membangun waduk untuk menceg ah banjir, mendirikan tempat-tempat pengungsian, melakukan pencegahan penyakit, menyediakan alat-alat evakuasi dll.

     Banyak hal mempengaruhi kemampuan kita dalam mengatasi ancaman. Antara lain kondisi fisik, keadaan sosial budaya, kelembagaan sosial, kemampuan ekonomi, pengetahuan, sikap attau perilaku.

     Bila ada gunung api meletus di sebuah pulau terpencil dan tidak ada penghuninya, maka kejadian itu tidaklah menjadi sebuah bencana. Letusan gunung api di pulau yang tidak berpenguhi tidak menyebabkan kerugian ekonomi dan fisik. Contoh lain, gempa bumi di Tokyo tidak menjadi sebuah bencana karena masyarakat di sana telah mengambil langkah-langkah pencegahan jatuhnya korban.

Ancaman ada dimana-mana, berbeda-beda bentuknya. Di indonesia, kita hidup dengan berbagai ancaman. Tetapi, dengan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengurangi dampak dari risiko bencana, kita dapat mengurangi kerugian dan korban. 


B. Siklus Bencana

     Bila bencana terjadi orang melakukan tindakan pertolongan atau tanggap darurat bencana. Terkadang pertolongan itu sudah terlambat sehingga jatuh korban. Padahal, bencana memiliki siklus sehingga kita dapat melakukan tindakan-tindakan untuk menghindari timbulnya kerugian dan jatuhnya banyak korban.

     Kegiatan penanggulangan bencana dilaksanakan sepanjang siklus bencana, yaitu pada saat sebelum bencana terjadi (pra bencana), selama kejadian bencana dan sesudah terjadinya bencana (pasca bencana).

     Mari kita mengenal bencana berdasarkan waktu kejadiannya

Bencana yang terjadi secara tiba-tiba, misalnya gempa bumi, tsunami, angin topan/badai, letusan gunung berapi dan tanah longsor. Beberapa bencana memberikan tanda-tanda sehingga kita bisa menyelamatkan diri, tetapi ada yang sulit dibaca bahkan oleh perangkat teknologi yang canggih.Bencana yang terjadi secara perlahan, dengan munculnya tanda-tanda sehingga kita bisa melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah timbulnya banyak korban. Keadaan normal meningkat menjadi situasi darurat dan kemudian menjadi situasi bencana. Misalnya kekeringan, rawan pangan, kerusakan lingkungan dll.

     Sedangkan berdasarkan penyebabnya, bencana dikelompokkan sebagai berikut :

C. Pra Bencana

     Sebelum bencana terjadi, ada langkah-langkah yang bisa kita lakukan, antara lain:

1. Kesiapsiagaan

     Kesiapsiagaan adalah upaya-upaya penggunaan kemampuan untuk secara tepat dan cepat merespon bencana. Upaya ini bisa dilakukan pemerintah, kelompok masyarakat, sebuah keluarga, bahkan oleh dirimu sendiri sebagai pribadi. Kesiapsiagaan bencana meliputi penyusunan rencana tanggap darurat bencana, pengembangan sistem peringatan dini, peningkatan kemampuan diri dalam pertolongan pertama dll. Kesiapsiagaan dilaksanakan sebelum bencana, dengan tujuan mengurangi kerugian dan korban akibat bencana.

2. Mitigasi

     Mitigasi adalah upaya-upaya untuk mengurangi akibat ancaman bencana. Kegiatan mitigasi dipusatkan pada ancaman bencana, misalnya pengelolaan air bersih karena biasanya saat bencana air bersih sangat sulit dicari, pembangunan tanggul banjir dan tempat evakuasi, penghijauan lereng yang rawan longsor dll.

D. Saat Bencana

    Pada saat bencana terjadi, yang harus dilakukan antara lain; tindakan pencarian dan penyelamatan atau search and rescue (SAR), pelayanan bantuan medis, pendistribusian bantuan (relief) dan dukungan psikologi sosial bagi mereka yang tertimpa bencana. Tindakan-tindakan tersebut dilakukan untuk menyelamatkan kelangsungan hidup manusia, mengurangi penderitaan korban bencana dan mengurangi kerugian fisik dan mental.

     Banyak pihak yang melakukan tindakan-tindakan tersebut, baik dari aparat pemerintah, maupun berbagai organisasi. Kamu juga tentunya dapat ikut ambil bagian. Misalnya kalau terjadi kebakaran, kamu bisa membantu dengan segera telepon pemadam kebakaran dan PMI cabang setempat. Supaya mereka bisa bertindak cepat dan korban yang lebih banyak bisa dihindari.

Belajarlah mengenali tanda-tanda bencana, ingat-ingat dan berikan peringatan kepada semua orang jika kamu menemukannya.


E. Setelah Bencana

     Jika kamu mengalami kejadian benccana, kamu bisa  merasakan bagaimana kehilangan dan menderita kerugian. Setelah bencana terjadi, jangan terlarut dalam kesedihan. Sebagai remaja, kamu harus tetap semangat, optimis dan ceria. Dengan cara itu, kamu akan dapat memulihkan diri dengan segera.

     Bantulah keluarga dan orang-orang di sekitarmu. Waktunya bangkit dan kembali ke kehidupan normal. Gedung-gedung yang runtuh harus dibangun kembali, trauma psikologis harus dipulihkan. Demikian juga perbaikan fasilitas seperti jalan dan jembatan, pasar, sekolah, puskesmas, perkantoran, dll. Harus dapat berfungsi kembali. Jangan sampai para pengungsi bertahan di penampungan lebih lama.

Belajarlah dari kejadian bencana. Ingat-ingatlah hal-hal buruk dan cobalah memikirkan agar hal itu tidak terjadi di masa yang akan datang. Upayakan tindakan pengurangan risiko bencana.


 

Keracunan

A. Pengertian Racun
    Suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian. Reaksi kimianya merusak jaringan tubuh atau mengganggu fungsi tubuh. Harus dibedakan dengan reaksi obat karena reaksi obat dalam tubuh memang diinginkan, namun ada kalanya terjadi reaksi obat yang tidak di inginkan .
    Beberapa contoh zat yang berupa racun : insektisida, sianida (pada singkong beracun), racun binatang (ular, kalajengking, dll).
    Keracunan pada manusia dapat terjadi karena faktor-faktor berikut :
Sengaja (Bunuh diri)Tidak sengaja (makanan,minuman, udara beracun)Penyalahgunaan obat
B. Bagaimana cara racun masuk ke dalam tubuh kita?
    Berdasarkan jalur masuknya racun kedalam tubuh manusia, keracunan dibagi menjadi empat :
1. Keracunan melaui mulut/alat pencernaan
Gejala :
*Mual muntah
*Nyeri perut
*
Diare
*Napas berbau
*Suara parau
*Luka bakar pada daerah mulut
*Adanya sisa racun didaerah mulut
*Mulut berbusa
Penanganan :
Beri minum anti racun umum (norit, susu, putih telur, air kelapa, air mineral).Usahakan si penderita muntah. Jangan muntahkan bila menelan asam/basa kuat, minyak, penderita kejang, penderita tidak sadar.
2. Keracunan melalui pernapasan
Gejala :
Sesak napas,Kulit kebiruan (sianosis),Napas berbau,Batuk,serta Suara parau
Penanganan :
Beri oksigen bila adaRujuk ke fasilitas kesehatan segera
3. Keracunan melalui kontak/penyerapan (kulit)
Gejala :
Kulit daerah kontak berwarna kemerahan,NyeriMelepuh dan meluas
Penanganan :
Buka baju penderitaBila racun berupa serbuk sikat sampai bersihSiram bagian yang terkena racun dengan air (minimal 20 Menit)Jangan siram kulit dengan air yang terkena soda api
4. Keracunan melalui suntik/gigitan
Gejala :
*Luka didaerah suntikan/gigitan
*Nyeri pada daerah gigitan
*KemerahanPerubahan warna kulit
Penanganan :
Rujuk ke fasilitas kesehatan
     Waspadai Keracunan! Gejala dan Tanda Umumnya :
Penurunan kesadaran, gangguan status mental (gelisah, ketakutan)Gangguan pernapasanNyeri kepala, pusing, gangguan penglihatanMual, muntah, mulut berbusaLemas, lumpuh, kesemutanPucat, kebiruan (sianosis)Kejang-kejangSyokDenyut nadi tak beraturan
C. Gigitan Ular
    Bila seseorang penderita luka gigitan ular menunjukkan gejala dan tanda maka berarti keadaannya serius dan perlu penanganan khusus.
Beberapa gejala dan tandanya :
*DemamMual dan muntah
*Pingsan
*LemahNadi cepat dan lemah
*Kejang
*Gangguan pernapasan
Cara menangani gigitan ular :
Amankan diri penolong dan tempat kejadianTenangkan penderitaLakukan penilaian diniRawat luka, bila perlu pasang bidai.Rujuk ke fasilitas kesehatan
Alternatif lain yang bisa digunakan :
Pemakaian pembalut elastisIdentifikasi ular bila memungkinkan

Kebakaran

   Api sangat penting bagi kehidupan, karena api memberikan banyak manfaat. Api dapat dijadikan penerangan, memberikan kehangatan, berfungsi dalam mengolah makanan dll. Jika banjir adalah air yang ketinggiannya melebihi batas normal. Maka kebakaran adalah api yang tidak dapat dikendalikan. Api menjadi berbahaya kita manusia tidak dapat mengendalikannya. Kebakaran dapat disebabkan oleh faktor alam dan juga kecerobohan manusia.
     Rata-rata peir menyambar bumi 100.000 kali perhari. Tetapi kebakaran lebih banyak disebabkan oleh kecerobohan manusia, seperti pembakaran hutan, membuang puntung roko sembarangan, kompor yang meledak, korsleting atau hubungan pendek listrik dll. Kebakaran menyengsarakan kehidupan manusia, binatang dan tumbuhan yang hidup di wilayah tersebut. Kebakaran bahkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan. Kebakaran hutan mengakibatkan hilangnya pohon-pohon yang mempengaruhi daya serap air. Kebakaran hutan secara tidak langsung dapat menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Kebakaran hujan juga dapat menimbulkan kepulan asap yang menyebabkan gangguan pernafasan dan penglihatan.
     Banyak orang yang tidak menyadari perilaku atau kebiasaannya dapat mengakibarkan kebakaran. Kelalaian manusia ini kadang menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa.
A. Jenis kebakaran
Di Indonesia, kebakaran di bagi menjadi 4 (empat) kelas sebagai berikut:
Kebakaran Kelas A, yaitu kebakaran yang disebabkan benda-benda padat, misalnya kayu, plastik, kertas, kain dll
Kebakaran Kelas B, yaitu kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda yang mudah terbakar, biasanya terbentuk cairan sepeti minyak tanah, bensin, solar, alkohol dll
.Kebakaran Kelas C, yaitu kebakaran yang disebabkan oleh listrik dan bahan kimia kering.


Kebakaran Kelas D, yaitu kebakaran yang melibatkan bahan bakar logam, seperti titanium, sodium, magnesium, potasium,dll.
B. Waspada Kebakaran
     Api terjadi karena persenyawaan dari sumber panas, benda yang mudah terbakar dan oksigen. Sumber panas bisa berassal dari energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari, reaksi kimia dll. Benda-benda yang mudah terbakar misalnya bahan-bahan kimia, bahan bakar minyak atau gas, kayu, plastik, kertas dll. Sedangkan kadar oksigen di udara (atmosfer) sekitar 20%.
    Apabila ketiga unsur tadi bersenyawa, terjadilah api. Maka untuk mencegah terjadinya kebakaran, kita harus mengontrol terjadinya persenyawaan anatra ketiganya.
    Ketika kita berada di alam terbuka, udara dan benda-benda yang mudah terbakar ada dimana-mana. Maka dari itu, tidak anehkebakaran hutan sering terjadi pada musim kemarau. Pergesekan antara rumput kering yang menimbulkan panas, menimbulkan kobaran api yang sulit untuk dikendalikan.
    Jika kita berada di dalam sebuah bangunan, pahami selalu dimana letak pintu keluar, pintu darurat dan tangga darurat. Di banyak gedung disediakan Alat Pemadam api Ringan (APAR) atau fire extinguisher, yang dikenal juga sebagai “racun api”. Bentuknya berupa tabung, biasanya berwarna merah atau perak. APAR disimpan di tempat yang mudah dijangkau, kadang dilindungi kotak kaca yang mudah dihancurkan, jika keadaan darurat terjadi.
    APAR adalah peralatan yang mudah dibawa kemana-mana (portabel), kadang-kadang dioperasikan dengan roda, yang berisi bahan pemadam kebakaran. APAR berisi bahan bertekanan tinggi, yang tujuannya untuk dapat disemprotkan untuk memadamkan kebakaran. APAR memiliki berbagai ukuran yang disesuaikan dengan besar kecil risiko kebakaran di suatu bangunan. Ukuran APAR di pabrik yang menggunakan mesin-mesin akan lebih besar daripada yang disediakan di gedung perkantoran.
    APAR memiliki media pemadam sesuai dengan jenis kelas kebakarannya, antara lain:
Bahan kimia kering (dry chemical). Media yang digunakan yaitu partikel-partikel kimia yang dicampur secara khusus sehingga dapat menyerap panas. Bahan kimia ini akan merusak reaksi kimia pembakaran dengan membentuk selaput pada permukaan bahan yang terbakar. Kebakaran kelas A, B dan C dapat dipadamkan dengan menggunakan APAR yang menggunakan bahan kimia kering.Busa (foam) atau Aqueous Film Forming Foam (AFFF). Media yang digunakan adalah campuran busa yang dilarutkan dalam air. Busa ini berfungsi sebagai penghalang udara dengan uap bahan bakar dengan membentuk lapisan hidrokarbon pada permukaan bahan bakar. Biasanya digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas D.Media yang digunakan adalah senyawa gas hidrokarbon yang gugus hidrogennya diganti dengan atom halogen atau atom bromine. Karena sifat halon yang stabil, ia dapat mengikat oksigen sehingga memutus rantai reaksi kimia pada proses pembakaran. Halon digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas C. Tetapi karena sifatnya yang merusak ozon, halon jarang digunakan di Indonesia.Karbondioksida (CO2). Media yang digunakan adalah gas karbondioksida, karena gas karbondioksida, karena gas ini dapat menyingkirkan oksigen dari bahan yang terbakar dan memisahkannya dari bahan bakar.karbon dioksida lebih berat dari oksigen, maka yang digunakan adalah karbondioksida cair dengan tekanan tinggi. Karbon dioksida ini bersuhu -78o C, sehingga juga mampu memadamkan dengan mendinginkan. Media ini digunakan untuk kebakaran kelas C.Media yang digunakan adalah air murni yang disimpan dalam tabung bertekanan. Tabung APAR dengan media air biasanya berwarna perak. Media ini digunakan untuk kebakaran kelas A.Bubuk (powder). Media yang digunakan adalah campuran antara sodium klorid fan material thermoplastik. Media ini digunakan untuk kebakaran kelas D.Kimia basah (wet chemical)Media yang digunakan adalah campuran berbahan dasar potassium asetat, yang digunakan untuk memadamkan bahan yang digunakan untuk memadamkan bahan yang digunakan dalam proses memasak. Campuran ini akan mendinginkan bahan yang terbakar dan membentuk lapisan antara api dan udara.
APAR memilii kemampuan jangkauan yang berbeda sesuai dengan media yang digunakan dan ukurannya. Perhatikan arah angin sebelum menyemprotkannya. Jangan berlawanan, dilengkapi dengan cara penggunaannya. Bertindaklah tepat dan cepat.

C. Bertindak Tepat Saat Kebakaran
Pahami bangunan di manapun kamu berada. Ingat-ingat di mana jalan keluar atau pintu darurat. Perhatikan juga letak alat pemadam api Ringan (APAR) atau tombol alarm kebakaran.Jika kamu mendengar tanda bahaya kebakaran seperti asap dan bunyi alarm, jangan panik dan tetap tenang. Hubungi segera petugas penyelamat untuk mendapat pertolongan.Jika kamu terjebak di dalam ruangan, tutup celah pintu dengan kain atau handuk basah.Merangkaklah di bawah asap, bernafaslah pendek-pendek.Mintalah pertolongan, beritahulah dimana posisi kamu berada, cobalah menarik perhatian regu penyelamat misalnya dengan mengibas kain.c
C. Kesiapsiagaan Kebakaran
Pastikan mematikan kompor dan alat-alat listrik setelah selesai digunakan.Jangan biarkan kabel alat-alat listrik tetap tersambung jika tidak digunakan.Periksa secara teratur jika ada kabel yang terkelupas.Sebelum tidur atau meninggalkan rumah, pastikan tidak ada kompor atau alat listrik yang tidak perlu menyala.Jika menggunakan kompor minyak, jangan mengisinya terlalu penuh dan jangan biarkan minyak berceceran.Jangan meletakkan kompor terlalu dekat ke dinding rumah.Simpanlah bahan-bahan yang mudah terbakar dengan aman. Jangan di dekat kompor atau sumber api lainnya.Jika menggunakan kompor gas, letakkan kompor gas di ruangan yang ventilasinya bagus, sehingga terjadi pertukaran udara.Jangan memasang stop kontak bertumpuk-tumpuk. Kabel yang panas dapat meleleh dan menimbulkan percikan api.Jangan membakar sampah di tengah terik matahari atau pada saat angin bertiup kencang.

Kedaruratan Medis

    Seseorang yang mengalami kasus medis atau dikenal dengan kedaruratan medis mungkin juga dapat mengalami cedera sebagai akibat dari gejala gangguan fungsi tubuh, misalnya kehilangan kesadaran lalu terjatuh sehingga terjadi suatu luka. Penyebabnya antara lain infeksi, racun, atau kegagalan satu atau lebih system tubuh.

     Penanganan penderita yang paling penting adalah menjaga jalan napas dan memantau tanda vital penderita saat teratur lalu segera merujuk penderita kefasilitas kesehatan.

- Gejala:

DemamNyeriMual, muntahBuang air kecil berlebihan atau tidak sama sekaliPusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamatSesak atau merasa sukar bernapasRasa haus atau rasa lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut

- Tanda:

Perubahan status mental ( tidak sadar dan bingung )Nada cepat atau sangat lambat, tidak teratur, lemah atau sangat kuatPernapasan tidak teraturPerubahan keadaan kulit : suhu , kelembaban , keringat berlebihan, sangat kering termasuk perubahan warna pada selaput lendir ( pucat,kebiruan dan terlalu merah)Perubahan tekanan darahPupil mata sangat lebar atau sangat kecilBau khas dari mulut atau hidungTerjadinya kejang atau kelumpuhanMual, muntah, diare

Beberapa kasus umum yang mungkin ditemukan oleh seorang penolong:

a. Pingsan

    Pingsan dapat terjadi karena peredaran darah dan oksigen ke organ otak berkurang.

Misalnya karena : 

Reaksi terhadap rasa nyeriKelelahanKekurangan makananEmosi yang hebatBerada dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara segar yang cukup

Waspadai Pingsan! Waspadai Gejala dan Tandanya!

Perasaan limbung.Pandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging.Lemas, keluar keringat dingin.Menguap.Dapat menjadi tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit.Denyut nadi lambat

Cara menangani 

Baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan.Longgarkan pakaian.Usahakan penderita menghirup udara segar.Periksa cedera lainnya.Beri selimut, agar badannya hangat.Bila pulih, usahakan istirahatkan beberapa menit.Bila tidak cepat pulih, maka:
– Periksa napas dan nadi.
– Posisikan stabil.Rujuk ke Fasilitas kesehatan

b. Paparan Panas

    Kedaruratan medis karena paparan panas dapat berupa kejang panas (kram), kelelahan panas dan sengatan panas.

1. Kejang panas

     Gangguan ini berupa kejang disertai nyeri pada otot yang terjadi pada saat melakukan kegiatan fisik, misalnya bermain bola, berlari. Umumnya terjadi pada otot tungkai dan perut. Hal ini terjadi pada akibat kehilangan cairan dan elektrolit dalam tubuh yang cukup besar melalui keringat. Penderita umumnya sadar dan berkeringat, suhu tubuh normal.

     Waspadai Gejala dan Tandanya :

Kejang pada otot yang disertai nyeri, biasanya pada otot tungkai dan perut.KelelahanMualMungkin pingsan

     Cara menanganinya :

Pindahkan penderita ke tempat teduh /sejuk.Baringkan sampai kejangnya menghilang.Beri minum kepada penderita (Oralit atau sejenisnya)Rujuk ke fasilitas kesehatan terutama bila kejang tidak berhenti.

2. Kelelahan Panas

     Kondisi yang tidak fit pada saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu udaranya relatif tinggi, yang mengakibatkan terganggunya aliran darah gangguan ini juga akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat yang berlebihan sampai sistem sirkulasi terganggu. Bila tidak diatasi kelelahan panas dapat menjadi sengatan panas.

     Waspadai Gejala dan Tandanya : 

Pernapasan cepat dan dangkal.Nadi lemah.Kulit teraba dingin, keriput, lembab dan selaput lendir pucatPucat, keringat berlebihan.Lemah.Pusing, kadang penurunan responsLidah kering dan haus

      Cara menanganinya :

Baringkan penderita ditempat yang teduhKendorkan pakaian yang mengikatTinggikan tungkai penderita 20 – 30 cmBeri minum bila penderita sadarRujuk ke fasilitas kesehatan

3. Sengatan Panas

     Terjadi akibat kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh penderita sudah tidak lagi mampu untuk mengeluarkan kelebihan panas, sehingga suhu tubuh menjadi terlalu tinggi dan berbahaya bagi keselamatan penderita. Masalah ini menjadi lebih kompleks bila penderita tidak lagi berkeringat. Keadaan ini biasanya terjadi akibat aktivitas fisik berlebihan di tempat bersuhu tinggi atau di tempat yang kelembaban dan ventilasinya kurang baik. Sengatan panas
dapat mengancam jiwa.

     Waspadai Gejala dan Tandanya :

Pernapasan cepat dan dalam.Nadi cepat dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah.Kulit teraba kering, panas kadang kemerahanPupil mata melebarKehilangan kesadaranKejang umum atau gemetar pada otot

     Cara menanganinya :

Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin.Letakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut dan sekitar mata kaki serta di samping leher.Bila memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan es ke dalamnya.Rujuk ke fasilitas kesehatan

c. Paparan Dingin ( Hipotermia )

    Paparan terhadap dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun < 35° C. Tubuh akan berusaha menuruninya dengan cara gemetar , suatu respon
bawah sadar untuk meningkatkan suhu tubuh melalui aktivitas otot. Hipotermia dapat terjadi akibat penderita berada dialam terbuka dalam waktu yang lama. Ada beberapa hal yang adapt memperburuk hipotermia yaitu :suhu rendah, angin, air, usia penderita, kesehatan penderita, penyakit yang diderita, alcohol, penyalah gunaan obat dan kekurangan makanan.

     Waspadai Gejala dan Tandanya :

Menggigil/gemetarTerasa melayangPernapasan cepat nadi lambatGangguan penglihatanReaksi mata lambatAlat gerak kakuPupil mata melebar dan tidak bereaksiKesadaran menurun

     Cara menanganinya :

     Rawat penderita dengan hati hati, berikan rasa nyaman.

Penilaian dini dan pemeriksaan penderita.Pindahkan penderita dari lingkungan dingin.Jaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada.Ganti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering.Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan-pelan.Pantau tanda vital secara berkala.Rujuk ke fasilitas kesehatan.

Pemindahan Korban

    Setelah melakukan penilaian keadaan dan penilaian dini, selanjutnya kita menentukan prioritas pemindahan penderita. Beberapa pertanyaan yang mungkin terjadi adalah:

     Menentukan prioritas pemindahan penderita. Beberapa pertanyaan yang mungkin terjadi adalah :

Kapan saatnya penderita dipindahkanApakan penilaian dan pemeriksaan penderita harus selesai sebelum pemindahanBerapa lamakah tulang belakang harus dijaga ( stabilisasi manual )

A. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan penderita

Nilai kesulitan yang mungkin terjadi pada saat pemindahanRencanakan gerakan sebelum mengangkat dan memindahkan penderitaJangan memindahkan dan mengangkat penderita jika tidak mampuGunakan otot tungkai, panggul serta otot perut. Hindari mengangkat dengan otot punggung dan membungkuk.Jaga keseimbanganRapatkan tubuh penderita dengan tubuh penolong saat memindahkan dan mengangkat penderita.Perbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap

B. Prinsip dasar pemindahan penderita 

Jangan dilakukan jika tidak perluMelakukan sesuai dengan cara yang benarKondisi Fisik Penolong harus baik dan terlatih

     Tidak ada definisi yang pasti kapan seorang penderita harus dipindahkan. Sebagai pedoman dapat dikatakan bahwa bila tidak ada bahaya berikan pertolongan dulu baru pindahkan penderita. Bila situasi dan kondisi dilapangan relative tidak aman mungkin harus dilakukan pemindahan penderita terlebih dahulu.

     Berdasarkan keselamatan penolong dan penderita, pemindahan penderita digolongkan menjadi 2 bagian :

a. Pemindahan Darurat

      Pemindahan darurat dilakukan bila ada bahaya yang mengancam bagi penderita dan penolong. Contoh :

Ancaman KebakaranAncaman LedakanAncaman Bangunan runtuhAncaman mobil terguling bensin tumpahAdanya bahan-bahan berbahayaOrang sekitar yang berprilaku anehKondisi cuaca yang buruk

     Contoh Cara pemindahan Darurat :

Tarikan lenganTarikan BahuTarikan BajuTarikan selimut

b. Pemindahan Biasa

     Pemindahan biasa dilakukan jika keadaan tidak membahayakan penderita maupun penolong.

- Teknik angkat langsung dengan tiga penolong:

ke tiga penolong berlutut pada salah satu sisi penderita , jika memungkinkan beradalah pada sisi yang paling sedikit cedera.penolong pertama menyisipkan satu lengan dibawah leher dan bahu, lengan yang satu disisipkan dibawah punggung penderita.penolong kedua menyisipkan tangan dibawah punggung dan bokong penderita.penolong ketiga menyisipkan lengan dibawah bokong dan dibawah lutut penderita.penderita siap diangkat dengan satu perintah. angkat penderita keatas lutut ketiga penolong secara bersamaan.sisipkan tandu yang akan digunakan dan atur letaknya oleh penolong yang lain.letakkan kembali penderta diatas tandu dengan satu perintah yang tepat.jika akan berjalan tampa memakai tandu, dari langkah no 6 teruskan dengan memiringkan penderita ke dada penolong.berdiri secara bersamaan dengan satu perintah.

- Teknik mengangkat tandu :

     Penolong dalam keadaan berjongkok dan akan mengangkat tandu 

Tempatkan kaki pada jarak yang tepat.Punggung harus tetap lurus.Kencangkan otot punggung dan otot perut. Kepala tetap menghadap kedepan dalam posisi netral.Genggamlah pegangan tandu dengan baik.Pada saat mengangkat punggung harus tetap terkunci sebagai poros dan kekuatan konstraksi otot seluruhnya pada otot tungkai.Saat menurunkan tandu lakukan langkah diatas pada urutan selanjutnya.

- Teknik angkat anggota gerak

     Biasanya diperlukan dua penolong untuk melakukan teknik ini :

Penolong pertama berada diposisi kepala penderita.Lakukan pengangkatan pada lengan penderita.Penolong yang lain berdiri diantara dua tungkai penderita, menyelipkan tangan dan mengangkat ke dua lutut penderita.Dengan satu aba- aba kedua penolong dapat memindahkan penderita di lokasi yang diinginkan.

- Posisi penderita

     Secara umum posisi penderita tergantung dari cedera yang dialami dan keadaan pada saat itu. Beberapa pedoman untuk memposisikan penderita :

Penderita dengan syok. Jika tidak ditemukan tanda-tanda cedera pada tungkai atas dan tulang belakang tingikka tungkai sekitar 20 – 30 cm.Penderita dengan gangguan pernapasan. Posisikan duduk atau setengah duduk.Penderita dengan nyeri perut. Posisikan tidur. Posisikan tidur miring dengan tungkai ditekuk.Penderita Muntah-muntah. Posisikan nyaman dan awasi jalan napas.Penderita Trauma, terutama dicurigai cedera tulang belakang (spinal) harus segera distabilkan dan imobilisasi dengan papan spinal panjang.Penderita tidak sadar dan tidak dicurigai ada cedera spinal atau cedera berat lainnya, posisikan miring stabil.

 

Monday, 26 September 2016

Penilaian Dasar

Tindakan penilaian korban terdiri dar

Penilaian Korban

Tindakan penilaian korban terdiri dari :

A. Penilaian Keadaan

     Pada saat sampai di lokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menilai keadaan sekitar. Apakah aman atau tidak bagi dirinya. Jika ragu lebih baik minta bantuan kepada orang dewasa.

Perhatikan :

  1. Bagaimana kondisi pada saat itu ?
  2. Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ?
  3. Bagaimana mengatasinya ?
INGAT !
Amankan Diri Sendiri Terlebih Dahulu, Keselamatan Penolong Nomor 1

     Secara umum tugas seorang penolong saat tiba di lokasi adalah:

  1. Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang orang disekitar lokasi kejadian
  2. Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan
  3. Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanisme cedera )
  4. Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa
  5. Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan
  6. Minta bantuan bila diperlukan

     Dalam melakukan tugas sebagai penolong, juga diperlukan berbagai informasi untuk menunjang penilaian. Tahukah kamu, informasi dapat kita peroleh dari:

  1. Kejadian itu sendiri
  2. Penderita (bila sadar)
  3. Keluarga (Saksi)
  4. Mekanisme kejadian
  5. Perubahan bentuk yang nyata ( cedera yang jelas )
  6. Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.

B. Penilaian Dini

    Pada saat menghadapi penderita, kita perlu menentukan kondisi penderita secara umum. Hal-hal yang ditentukan yaitu :

a. Kesan Umum

     Langkah ini digunakan untuk menentukan apakah penderita merupakan kasus trauma atau kasus medis. Perbedaannya adalah sebagai berikut :

- Kasus Trauma :Kasus yang disebabkan oleh suatu ruda-paksa Mempunyai tanda-tanda yang jelas dan terlihat atau teraba. Misalnya luka terbuka, memar, patah tulang dan lain sebagainya

- Kasus Medis :Kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat rudapaksa. Contohnya sesak napas, pingsan.

b. Memeriksa Keadaan

     Ada empat tingkatan kesadaran penderita, yaitu :
     1. Awas = Alert
     2. Suara = Voice
     3. Nyeri = Pain
     4. Tidak Respon = Un Respon

c. Memastikan Jalan napas terbuka dengan baik

     Jika penderita tidak respon gunakan teknik angkat dagu dan tekan dahi.

d. Untuk menilai pernapasan

     Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus menilai pernapasan penderita dengan cara : 

  1. Lihat
  2. Dengar
  3. Rasakan

e. Menilai denyut nadi

     Sebelum melakukannya, kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau tidak. Jika sadar, cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). Sedangkan bagi korban yang tidak sadar, nadi yang diperiksa adalah di bagian leher (Carotis).

f. Hubungi Bantuan

     Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. Kita bisa meminta bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri. Misalnya dengan telepon.

JANGAN LUPA!!!
Catat Nomor Telepon Penting Darurat di tempatmu.

C. Pemeriksaan Fisik

     Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan fisik???

  1. Apakah ada perubahan bentuk pada bagian tubuh si korban?
  2. Apakah ada luka terbuka (terlihat jelas) pada tubuh korban?
  3. Apakah korban merasakan nyeri saat bagian tubuhnya kita raba atau tekan?
  4. Apakah ada bengkak pada tubuh korban?

     Untuk pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban, perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki.